Resume Alat Laboratorium
Resume alat laboratorium
1. Mikroskop
a. Fungsi
Mikroskop memiliki fungsi untuk mempermudah melihat struktur mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (Andriani, 2016)
b. Pegunaan
Berikut merupakan cara penggunaan mikroskop:
1. Letakkan mikroskop pada meja yang datar, stabil dan kokoh untuk meinimalisir goncangan
2. Jika media listrik digunakan untuk media pengamatan, pastikan kabel mikroskop menjangkau sumber listrik
3. Letakan objek yang akan diamati di dekat mikroskop
4. Kendurkan makrometer terlebih dahulu untuk mempermudah penempatan objek pada meja preparat
5. Preparasi objek yang akan diamati dengan mikroskop lalu letakkan pada meja preparat dan jepit
6. Putar revolver untuk memilih perbesaraan yang diinginkan untuk mengamati objek
7. Nyalakan lampu untuk mengamati objek pada meja preparat, jika menggunakan pencahayaan alami harus distting cermin untuk memfokuskan cahaya pada objek
8. Mulai amati objek yang telah ditempatkan pada meja preparat
9. Pada beberapa mikroskop memiliki beberapa makrometer dan mikrometer pada satu mikroskop
10. Putar makrometer atau mikrometer pada preparat untuk mengatur posisi yang sesuai
11. Untuk memfokuskan objek yang diamati, putar makrometer atau mikrometer pada lengan mikroskop
12. Mikroskop yang baik memiliki fitur lampu yang dapat diatur tingkat kecerahannya
13. Atur revolver lensa untuk mengatur pembesaran yang diinginkan, pastikan preparat dengan lensa objektif cukup jauh
14. Seiring dengan terbiasanya menggunakan mikroskop, akan menambah tingkat kemahiran menggunakan mikroskop namun tetapla berhati-hati dalam menunakannya (Ramadhani, 2020)
c. Cara perawatan
1. Pastikan mikroskop diletakkan pada meja yang kuat, datar dan kokoh untuk menghindari adanya goncangan
2. Mikroskop diletakkan pada ruangan yang kering san memiliki suhu ruangan, tidak panas dan terlallu lembab
3. Putuskan hubungan listrik dengan mencabut kaber power dari stop kontak listrik dan matikan lampu mikroskop jika tidak digunakan
4. Tutup mikroskop dengan kain penutup untuk mengindari adanya debu berlebih
5. Bersihkan mikroskop setelah digunakan untuk menghindari adanya noda dan jamur
15. Gunakan mikroskop dengan bijak dan hati-hati (Ramadhani, 2020).
2. Oven
a. Fungsi
Oven berfungsi untuk mensterilkan alat-alat gelas yang tahan terhadap panas dari segala macam mikroba tanpa kelembapan (Andriani, 2016).
b. Penggunaan
Cara penggunaan oven dengan memasukkan alat-alat yang sudah dibungkus dengan kertas yang akan disterilkan ke dalam oven dan disusun pada rak kemudian memanaskannya diatas api (Andriani, 2016).
c. Cara perawatan
1. Tidak boleh mengoven seperti alkohol, ether, dan bahan lainnya yang mudah terbakar dan meledak
2. Tidak boleh mengoven gelas ukur, bekker glass, erlementer terlalu lama (hanya boleh untuk dikeringkan).
3. Bahan kertas tidak boleh lebih dari dua hari dan lubang angin harus dibuka
4. Suhu yang diperbolekan hanya 80°C. Jika inging mengganti setting suhu harap laporan kepada kepala lab
5. Mongoven botol untuk sterilisasi hanya 2 hari dan bisa langsung digunakan (Zainab, 2016).
3. Laminar air flow
a. Fungsi
Laminar air flow berfungsi untuk melakukan pengerjaan secara aseptis karena memiliki pola pengaturan dan penyaringan aliran udara sehingga aseptis dan aplikasi sinar UV bebearpa jam sebelum digunakan (Andriani, 2016).
b. Penggunaan
Cara penggunaan laminar air flow yakni atur alat dan bahan yang telah dimasukkan ke laminar air flow sedemikian rupa sehingga efektif dalam bekerja dan tercipta area yang benar-benar steril. Kerja secara aseptis dan jangan sampai pola aliran udara terganggu oleh aktivitas kerja. Setelah digunakan biarkan 2-3 menit supaya kontaminan tidak keluar dari laminar air flow (Andriani, 2016).
c. Cara perawatan
Tempat penyimpanan harmus bersih, kering, jauh dari sumber panas atau memerlukan penyimpanan dalam suhu dingin dan melengkapi dengan ventilasi yang menuju ruang asap atau keluar ruangan(Gunawan, 2019).
4. Tabung reaksi
a. Fungsi
tabung reaksi berfungsi untuk media pertumbuhan dan penampungan cairan lainnya seperti pelarut selain itu juga dapat diisi dengan media padat(Andriani, 2016).
b. Penggunaan
1. Tabung reaksi dipegang pada lehernya kemudian miringkan kurang lebih 60°C lalu diisi dengan larutan yang akan diperiksa
2. Bila tabung beserta isinya akan dipanaskan, tabung dipegang dengan penjepit tabung dan pemanasan dilakukan pada daerah 1/3 bagian cairan dibawah. Mulut tabung harus diarahkan ke tempat yang aman tidak mengarah pada diri sendiri atau orang lain
3. Tabung yang panas tidak boleh didinginkan secara mendadak(Yusasrini dkk, 2013).
c. Cara perawatan
1. Segera bersihkan tabung reaksi setelah digunakan menggunakan air dan sabun
2. Keringkan tabung reaksi setelah dicuci
3. Simpan tabung reaksi ditempat yang kering dan memiliki suhu ruangan(STIKKU, 2019)
5. Buret
a. Fungsi
buret berfungsi untuk titrasi atau mengukur volume titran yang dipakai (Yusasrini dkk, 2013).
b. Cara penggunaan
1. Tempatkan buret pada estandar buret dengan memakai klem buret dan kemudian buret dibuat vertikal
2. Dengan memakai corong, buret diisi dengan titran sampai sedikit diatas garis nol. Dalam pengisian buret diusahakan agar tidak gelembung udara sepanjang cairan dalam kolom
3. Corong dilepas/dipindahkan dan bagian sisi dalam dari buret terletak diatas titran dibersihkan dengan kertas saring yang bersih dan kering
4. Turunkan permukaan larutan dalam buret secara perlahan-perlahan dengan jalan membuka kran sampai miniskus dibawah zat cair tepat pada garis nol. Bila melewati dibaah garis ol, pekerjaan tidak perlu diulang tetapi langsung dibaca dengan teliti
5. Buret siap untuk digunakan
6. Pada waktu menitrasi, kran buret dipegang dengan tangan kiri, sedangkan erlenmeyer tempat sisrat dipegang dengan tangan kanan dan mengeluarkan isi buret tidak boleh terlalu cepat. Minimum cairan yang tersisa 20% (Yusasrini dkk, 2013)
c. Cara perawatan
Cuci dengan sabun atau detergent, kemudian cuci dengan air ledeng, bilas dengan air suling, bilas dengan larutan/titran yang akan dimaksud kedalam buret, larutan pembilas dibuang, dan terakhir periksa kran buret apakah bocor dan kalau dianggap perlu oleskan vaselin pada kran buret dengan hati-hati supaya jangan sampai lobang kran tersumbat (Yusasrini dkk, 2013)
DAFTAR PUSTAKA
Andriani, R. (2016). Pengenalan Alat-Alat Laboratorium Mikrobiologi Untuk Mengatasi Keselamatan Kerja dan Keberhasilan Praktikum. Jurnal Mikrobiologi, 1(1).
Ramadhani, Sulistyani Puteri. (2020). Pengelolaan Laboratorium. Jawa Barat: Yiesha Rich Fondation.
Zainab,SP., Drs. Suwirmen, MS., Dr. Jabang Nurdin, MS. (2016). Instruksi Kerja Alat Laboratorium. Universitas Andalas.
Gunawan, I. (2019). Managemen Pengolahan Alat dan Bahan di Laboratorium Mikrobiologi. Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan, 1(1).
STTIKU. (2019). Panduan Teknis Perawatan Dan Pemeliharaan Peralatan Laboratorium Keterampilan.
Yusasrini, Ni Luh Ari dkk. (2013). Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Udayana.





Komentar
Posting Komentar